(Zalukhu, Nias)
Now internet surfers in Nias are tempted to be getting fast money from various promising internet program. Something they aren’t even sure if its even true. So, here I am giving you tips to get the facts right .
It was only after the untimely earthquake that hit the whole Nias back in Year 2005, internet is then slowly introduced to this island. This is mainly due to the numerous Non Government Organizations that came and internet is one of the key source of connecting back to home or liasing with main headquarters out of Nias. Fortunately, it has brought positive impact to the living conditions but it would take some time for the growth of technology for the people here.
Its true that when the NGOs came knocking on different places to give aid, people of Nias will take the opportunity to earn some returns for themselves. Everywhere you turn, while at town Gunungsitoli, you could see at least one of the many different NGO’s vehicles. Of course, many locals try getting a job in these organizations, skyrocket their good prices in the shops and lease their houses at high prices, hoping to earn more within this few years of the NGO’s stay. Foreign culture starts to infiltrate in this conservative place and lifestyle and wants of the people begins to transform. We hope for the better of modernization of this place but what will really happen to Nias Island when NGO leaves?
Will they be able to cope with the shift of financial status and social conditions, will this place progress or will it be back to its normal stage, or even worse?
Dimulai setelah gempa melanda Pulau Nias (Kabupaten Nias dan Nias Selatan) tahun 2005 lalu, melalui kedatangan NGO, internet mulai dikenal di Pulau Nias. Walaupun sebelumnya internet sudah mulai digunakan khususnya di kantor-kantor pemerintahan maupun Bank-bank yang ada di Gunungsitoli. Namun tak dapat dipungkiri bahwa kedatangan NGO di Nias selain membawa dampak positif dalam hal bantuan yang diberikan juga memberikan dampak yang negatif dalam perkembangan teknologi dan budaya masyarakat Nias.
Demam NGO mulai melanda masyarakat Nias, dimana keinginan terbesar bagi para generasi Muda adalah untuk bekerja di kantor-kantor NGO yang menjamur di kota Gunungsitoli. Hal ini disebabkan karena gaji yang didapatkan sangatlah besar untuk ukuran masyarakat Nias selama ini. Hal ini berimbas terhadap harga barang-barang, gaji dan sewa rumah yang drastis meningkat tajam. Kebudayaan yang dibawa oleh para karyawan luar Nias pun mulai mempengaruhi kebudayaan masyarakat Nias. Gaya hidup dan sosial pun sedikit demi sedikit mulai merasuki kehidupan generasi muda di Nias. Tak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi kelak jika NGO sudah tidak lagi berada di Nias.
Terlepas dari semua itu, kembali pada masalah internet. Saat ini keberadaan internet di Pulau Nias dan kota Gunungsitoli pada khususnya sedang membooming. Ini dapat dilihat dari penuhnya warnet-warnet dan area hotspot yang jumlahnya masih sedikit. Internet yang pada awalnya digunakan oleh para NGO untuk bertukar data dengan induk organisasi mereka, sudah mulai diadaptasi oleh masyarakat Nias. Banyak tujuan yang hendak dicapai, selain untuk sarana berkirim email, sarana persahabatan seperti friendster dan massenger juga sebagai gaya hidup yang baru. Namun tidak sedikit juga yang teriming-imingi oleh tawaran-tawaran yang ditemukan di lembaran-lembaran website yang menjanjikan pendapatan yang sangat luar biasa yang tentunya dengan persyaratan tertentu, seperti mengirimkan uang kepada pemilik website.
Dari informasi yang kami dapatkan, ternyata selama ini para surfer (pengguna internet) di Nias, mulai tergoda untuk mengikuti berbagai program di internet yang menjanjikan penghasilan yang luar biasa namun harus mentransfer sejumlah uang untuk sesuatu yang belum pasti. Tak salah memang, namun alangkah baiknya jika sebelum anda menempuh jalan tersebut, terlebih dahulu mempelajari sebenarnya bagaimana memulai tahap memasuki bisnis di dunia maya ini. Kami akan membahas lebih lanjut di artikel selanjutnya.













"NIAS" yang indah, 


Feb 14, 2008 at 12:23:32
Hi Pak Zalukhu,
Blog yang patut diperhitungkan, kita orang nias memang harus ” Nias on Move” seperti yang selalu dikatakan oleh Bpk. Presiden kita sekarang ini ” Indonesia on move”.
hii—hii agak sedikit berdoktrin….
Nias Maju, Hati Senang
Darman Zebua ” The true east”