Komentar terbaru

  • audy: selamat yaah mas ipung…blognya emang keren..jadi dikasih review d…..congrats…
  • audy: mmm ca.com blog pertama yang saya kenal dulu..moga2 tetep memberikan yang bermanfaat bagi kita smua.....
  • audy: waaaah jadi pengen maen2 ke blognya mas ichanx nii….
  • Ecko: Yup, ini blog memang luar biasa. Saya tahu pertama kali dari teman di Bandung dan ternyata memang tiada duanya....
  • Ecko: Sertuju bgt, Bang! Pertama kali mampir saya langsung ngakak habis baca cerita perjalanannya ke Bali pas ketemu...
  • Domain name registration at namecheap.com for $9.29

    Beo Nias : Riwayatmu Kini ..

    Ditulis Pada : May 1st, 2008 , 11:58 am | Kategori Tentang Nias

    Siapa yang ga tahu satwa burung Beo? Kalau belum tahu ya aneh dech.. hehehe.. Satwa Punah dengan nama latin : Gracula religiosa atau sering juga disebut Tiong Emas memang sangat terkenal dengan kemampuannya meniru ucapan yang dia dengar. Namun tahukah jika dari semua jenis Burung Beo di dunia, ternyata Beo Nias lah yang sangat terkenal. Beo Nias atau Gracula religiosa Robusta memang terkenal. Namun sangat memprihatinkan jika pada kenyataannya saat ini di tempat asalnya sendiri yaitu Nias, keberadaan burung ini sudah semakin memprihatinkan. Saat ini keberadaan Beo Nias di hutan-hutan se kepulauan Nias sangatlah langka. Saya masih ingat ketika masih SD, di rumah ada satu Beo yang kami pelihara. Dengan kepintarannya meniru ucapan menjadikannya sebagai BINTANG dalam keluarga kami. Tapi itu dulu, ketika tak lama kemudian, pemerintah mengeluarkan peraturan melarang memelihara Burung Beo tanpa ijin. Tentunya ijin tak mudah didapat bukan?

    beo nias

    Ya peraturan itulah awal dari bencana kepunahan Beo di Nias. Peraturan yang memiliki banyak kelemahan, menjadikan perdagangan burung beo ini semakin merajalela ke luar Nias. Perdagangan sembunyi-sembunyi tentunya dengan beking sosok-sosok berpengaruh. Peraturan ini tak diiringi dengan dilakukannya pelestarian Burung Beo ini, tak ada penangkaran khusus yang dibuat, yang ada hanya larangan semata untuk memancing pengurusan ijin. :) . Akibatnya, masyarakat yang benar-benar memiliki keingininan untuk melestarikan Burung Beo dengan memelihara di rumah justru tergusur oleh peraturan yang ketat. Semuanya kembali pada bisnis semata.

    Kini setelah puluhan tahun berlalu, akibatnya pun sangat terasa. Tak ada lagi kicauan burung beo bebas terdengar. Hutan-hutan pun mulai merindu akan hadirnya Burung Beo hinggap di dahan-dahan pepohonannya. Miris menyaksikan keadaan ini, namun apa daya tak ada yang mau perduli. Walaupun ditemukan burung Beo di hutan, secepat kilat ditangkap dan DIJUAL dengan harga yang sangat fantastis. Ga ada yang peduli ke depan akan keberadaan burung tercinta ini, Bahkan badan-badan swadaya masyarakat sekalipun seakan ga mau peduli. Badan Rekonstruksi Rehabilitasi BRR NAD-Nias misalnya, yang mau menghabiskan dana milyaran rupiah untuk sebuah bangunan yang tak bisa dimanfaatkan tetapi ogah mengeluarkan dana sepeserpun untuk membangun penangkaran dan pelestarian Burung Beo khas Nias ini.

    Haruskah kita menunggu kabar negara lain MENGAKU sebagai Daerah Asal Burung Beo ini barulah kita sibuk memprotes sana sini? Cukuplah bunga bangkai yang sudah di\”CURI\” negara lain, janganlah sampai Nias bahkan Indonesia kehilangan aset berharga ini. Mari kita CEGAH SATWA PUNAH .

    Popularity: 6% [?]

    Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
    • Digg
    • Technorati
    • Book.mark.hu
    • del.icio.us
    • Netvouz
    • DZone
    • ThisNext
    • blogmarks
    • Fark
    • YahooMyWeb
    • StumbleUpon
    • Netscape

    9 orang yang ngoceh. Komentarin Dunk...

    1. Putra Eka
      May 1, 2008 at 13:53:59
      #1

      Begitu menyakitkan memang, salah satu kebanggaan negri mulai punah. Pemerintah hanya mau untungnya saja, sungguh ironi.

    2. zalukhu
      May 1, 2008 at 14:11:09
      #2

      Iya nih talifuso jadi ga ke Nias bulan Mei? kalau saya sih awal Juni mau ke Bandung hehe.. Awas ya kalau ke Nias nangkap Beo :)

    3. Bambosi
      May 2, 2008 at 13:43:01
      #3

      yachhh, tar punah kasian banget

    4. yudi
      May 5, 2008 at 23:52:52
      #4

      setuju banget sama paragraf terakhir

    5. zalukhu
      May 6, 2008 at 09:24:42
      #5

      @Bambosi : skrg dah mulai punah nich hiks…
      @Yudi : hooh cukup batik, angklung, tahu, rasa sayange yg di aaku2i negara lain…
      Yach semoga aja ada pihak yang berwewenang bisa membaca artikel ini hehehe (mimpi kali yeee)

    6. Zee
      May 6, 2008 at 09:31:53
      #6

      Saya dulu punya 2 ekor. Pinter-pinter banged….da gt kalo meniru persis sekali dgn suara yg ngajarin, ampe sodara2 ngakak2 wkt maen k rumah gara2 beo sy bilang : “Saya laparr…” “Minta rotii..” kekekeke…

    7. bocah
      May 6, 2008 at 13:20:32
      #7

      wah beo emang harus dilestarikan soalnya bicaranya lucu :D

    8. zalukhu
      May 7, 2008 at 08:36:18
      #8

      @Zee : wew sekarang beonya kemana Zee? Jangan-jangan dibawa kabur am BS nya ya? :) Met kenal ya.
      @Bocah : weks bayu emang senang yang lucu-lucu ya? hehehehe .. avatarnya ko masih cewek bay? :)

    1 Trackback(s)

    1. May 2, 2008: Bayu mukti | Mencoba Jaga Warnet !

    Maap.. ga boleh ngoceh kali ini.. he he he