Multimedia sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di dunia teknologi sekarang ini. Bayangkan saja bila dalam sehari kita ga mendengarkan lagu atau seminggu ga nonton film atau sebulan ga surfing internet ? hehehehe pasti membosankan dech. Namun kali ini saya ga curhat mengenai kebosanan melainkan bahaya yang mengintai PC yang kita gunakan sebagai sarana hiburan multimedia. Jika selama ini memutar lagu atau film melalui Windows Media Player, Quick Time dan Real Player, waspadalah…. (kayak acara TV swasta ajach). Yup, rupanya saat ini para hacker sudah mulai agak bosan menyerang lewat Sistem Operasi yang keamanannya semakin ditingkatkan. Para hacker mulai mengintip celah-celah dimana mereka dapat menyerang tanpa disadari. So mereka pun mulai mengirimkan bahaya Malware ke PC melalui sarana aplikasi.
Saat ini yang menjadi target yang paling disenangi para hacker pengirim Malware adalah Media Player khususnya Quicktime, Real Player dan Windows Media Player, lho kenapa? Kita tanya Galileo.
Ada dua alasan mengapa ketiga media player tersebut menjadi sasaran favorit para hacker, yakni karena ketiga aplikasi Media tersebutlah yang sangat populer sehingga para hacker berpikir akan banyaknya calon-calon korban yang bisa dikirimin Malware.
Alasan berikutnya adalah karena selama ini pengembangan aplikasi Media Player hanya tertuju pada kemampuan memutar file multimedia dan kurang begitu memperhatikan masalah keamanan.
Kita ambil contoh, jika kita memainkan file multimedia dalam hal ini video file dan streaming, masalah yang paling sering muncul adalah terjadinya buffer overflow hal ini terjadi karena pada saat membuka file yang sudah termodifikasi (baca: disisipi Malware), yang terjadi bukan hanya membuka file video tersebut tetapi sekaligus tanpa disadari telah menjalankan program perusak ke dalam memori. Nah serem bukan ? Jika ini sudah terjadi, maka Media Player apapun yang digunakan untuk membuka file multimedia selanjutnya akan terus mengembangkan program perusak tersebut, hal ini terjadi karena pada dasarnya Aplikasi Media Player yang ada menggunakan library yang sama.
Bukan hanya serangan Malware yang mengancam kita, namun pernah ga menyadari berbagai iklan muncul ketika kita membuka file multimedia melalui Quick Time dan Real Player. Hal ini terjadi karena Quicktime dan RealPlayer telah sejak lama menyelipkan iklan terselubung dalam aplikasi mereka. Bahkan sebuah lembaga internasional, StopBadware-Initiative menghadiahkan kepada Real Player sebuah gelar yang sungguh fantastis yakni Real Player is a Badware.
Mmmm kita tinggal menunggu aja dech, kapan Malware akan disebarkan melalui aplikasi-aplikasi lain.
…..
…..
















"NIAS" yang indah, 
