kontes akhir tahun

Jenis Serangan Penyusup Sistem (bagian II)

Ditulis Pada : April 1st, 2008 , 9:03 am | Kategori Hardware, Komputer & Internet, Software, Tips dan Trik, Windows | Author: Nias zalukhu

Sebagai lanjutan artikel sebelumnya tentang Jenis Serangan Penyusup Sistem, berikut serangan-serangan lain yang dapat terjadi dan mengancam keamanan sistem, yang dapat dilakukan oleh penyusup dalam hal ini hacker maupun cracker.

5. Fragmented Packet Attacks.

Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama (kepala) dari TCP. Beberapa firewall akan mengizinkan untuk memproses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa tipe sistem menjadi crash. Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah (fragmented packet) cukup untuk menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol. Paket yang dipecah juga dapat mengakibatkan suasana seperti serangan flooding. Karena paket yang dipecah akan tetap disimpan hingga akhirnya di bentuk kembali ke dalam data yang utuh, server akan menyimpan paket yang dipecah tadi dalam memori kernel. Dan akhirnya server akan menjadi crash jika terlalu banyak paket-paket yang telah dipecah dan disimpan dalam memory tanpa disatukan kembali.

Melalui cara enumerasi tentang topographi network sasaran, seorang attacker bisa mempunyai banyak pilihan untuk meng- crash packet baik dengan cara menguji isi firewall, load balancers atau content – based routers. Dengan tidak memakai system pertahanan ini, network sasaran jauh lebih rawan untuk perusakan dan pembobolan. Karena paket yang dipecah(fragmented packet) tidak dicatat dalam file log sebelum disatukan kembali menjadi data yang utuh, packet yang dipecah ini memberikan jalan bagi hacker untuk masuk ke network tanpa di deteksi. Telah banyak Intrusion Detection System (IDS) dan saringan firewall(firewall filters) yang memperbaiki masalah ini, tapi masih banyak juga system yang masih dapat ditembus dengan cara ini.

6. EMAIL EXPLOSIT.

Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode (malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function). Serangan mail flood (flood =air bah) terjadi ketika banyak sekali e-mail yang dikirimkan oleh penyusup kepada sasaran yang mengakibatkan transfer agent kewalahan menanganinya, mengakibatkan komunikasi antar program lain menjadi tidak stabil dan dapat membuat system menjadi crash. Melakukan flooding merupakan cara yang sangat kasar namun efektif, maksudnya untuk membuat suatu mail server menjadi down. Salah satu jalan yang menarik dalam melakukan serangan mail-flooding adalah dengan mengexploitasi fungsi auto-responder (auto-responder function) yang terdapat dalam kebanyakan aplikasi

email, ketika seorang penyusup menemukan auto-responder yang sedang aktif dalam dua sistem yang berbeda, sang penyusup bisa saja mengarahkan yang satu ke yang lainnya, karena kedua-duanya di set untuk merespond secara sacara otomatis untuk setiap pesan, maka kedua-duanya akan terus mengenarate lebih banyak e-mail secara loop(bolak-balik) dan akhirnya kedua-duanya akan kelelahan dan down. Serangan memanipulasi perintah (command manipulation attack) dapat mengakibatkan sebuah system menjadi crash dengan cara menggulingkan mail transfer agent dengan sebuah buffer overflow yang diakibatkan oleh perintah (fungsi) yang cacat (contoh: EXPN atau VRFY). Perbedaan antara mail flood

dan command manipulation: command manipulation meng-exploit kekuasaan milik sendmail yaitu memperbolehkan penyusup untuk mengakses sistem tanpa informasi otorisasi (menjadi network admin tanpa diketahui) dan membuat modifikasi pada penjalanan program lainnya. Mengaktifkan command yang cacat seperti diatas juga dapat mengakibatkan seorang penyusup mendapatkan akses untuk memodifikasi file, menulis ulang, dan tentunya saja membuat trojan horses pada mail server. Penyerangan tingkat transport (transport level attack) dilakukan dengan cara mengexploit protokol perutean/pemetaan e-mail diseluruh internet: Simple Mail Tranport Protocol (SMTP). Seorang penyusup dapat mengakibatkan kondisi kesalahan sementara (temporary error) di target system dengan cara mengoverload lebih banyak data pada SMTP buffer sehingga SMTP buffer tidak bisa menanganinya, kejadian ini dapat mengakibatkan seorang penyusup terlempar dari sendmail program dan masuk kedalam shell dengan kekuasaan adminitsrasi bahkan dapat mengambil alih root. Beberapa serangan exploitasi juga sering terjadi pada POP dan IMAP. Pada saat kerawanan SMTP sulit untuk di exploitasi, attacker mungkin saja berpindah ke serangan tranport level jika ia tidak berhasil menyerang dengan cara command manipulation ataupun mail-flood. Serangan ini lebih digunakan untuk membuat gangguan daripada untuk menjebol suatu system. Seorang penyusup biasanya akan menggunakan serangan jenis untuk mem flood Exchange Server dan memotong lalu lintas e-mail (trafic e-mail). Serangan ini juga dapat digunakan untuk membuat reputasi suatu organisasi menjadi buruk dengan mengirimkan spam atau offensive e-mail ke organisasi lainnya dengan sumber dan alamat dari organisasi tersebut. Mail relaying, proses memalsukan asal/source email dengan cara meroutekannya ke arah mesin yang akan dibohongi, adalah type lain dari serangan transport-level. Teknik ini sangat berguna untuk membuat broadcasting spam secara anonymous. Berbagai macam isi(content) yang sering dikirim lewat e-maildengan teknik ini biasanya adalah content-content yang merusak. Beberapa Virus dan Worms akan disertakan dalam e-mail sebagai file attachment yang sah, seperti variant Melissa yang nampak sebagai Ms Word Macro atau loveletter worm yang menginfeksi system dan mengemailkan dirinya sendiri ke

users yang berada dalam address booknya outlook. Kebanyakan antivirus scanner akan menangkap attachment seperti ini, tetapi visrus dan worm baru serta variannya masih tetap berbahaya. Serangan yang terakhir yang dilakukan oleh seorang penyusup selain serangan diatas adalah dengan cara melakukan social enginering, kadang sang penyusup mengirim e-mail dengan source memakai alamat admin agar users mengirimkan passwordnya untuk mengupgrade system.

7. DNS dan BIND Vurnelabilities.

Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain (BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation). Kesalahan pada BIND sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Semenjak permulaanya, standar BIND merupakan target yang paling favorite untuk diserang oleh komunitas cracker karena beberapa kerawanannya. Empat kerawanan terhadap buffer overflow yang terjadi pada bulan Januari lalu hanya beberapa bagian dari kerawanan untuk diexploitasi oleh para cracker agar mendapat akses terhadap system dan melakukan perintah dengan hak penuh (command execution priviledge). Kerawanan pada BIND merupakan masalah yang sangat serius karena lebih dari 80 persen DNS yang berada di Jagat Internet dibangun menggunakan BIND. Tanpa adanya DNS dalam lingkungan Internet Modern, mungkin transmisi e-mail akan sulit, navigasi ke situs-situs web terasa rumit dan mungkin tidak ada hal mudah lainnya yang menyangkut internet.

Kerawanan BIND bukan hanya terletak pada DNS. System penerjemah alamat (number-address translator) merupakan subject dari kebanyakan exploit, termasuk untuk melakukan penyerangan di tingkat informasi, penyerangan Denial Of Service, pengambil alihan kekuasaan dengan hijacking. Penyerangan di tingkat Informasi bertujuan untuk membuat server menjawab sesuatu yang lain dari

jawaban yang benar. Salah satu cara untuk melakukan serangan jenis ini adalah melalui cache poisoning, yang mana akan mengelabui remote name server agar menyimpan jawaban dari third-party domain dengan cara menyediakan berbagai macam informasi kepada domain server yang mempunyai autorisasi. Semua pengimplementasian serangan terhadap DNS akan mempunyai kemungkinan besar untuk berhasil dilakukan jika jawaban dari suatu pertanyaan yang spesisfik bisa dibohongi (spoof). DOS atau membuat Server tidak dapat beroperasi, bisa dilakukan dengan cara membuat DNS menyerang dirinya sendiri atau juga dengan cara mengirimkan traffic-flooding yang berlebihan dari luar, contohnya menggunakan “Smurf” ICMP flood. Jika suatu organisasi atau perusahaan memasang authoritathive name server dalam satu segment yang terletak dibelakang satu link atau dibelakang satu physical area, maka hal ini akan menyebabkan suatu kemungkinan untuk dilakukannya serangan Denial Of Service.

Cracker akan mencoba untuk menyerang system melalui DNS dengan cara buffer overflow, yaitu salah satu exploit yang sangan berpotensi pada kerawanan BIND. Gangguan exploit terjadi karena adanya kelemahan dalam pengkodean/pemrograman BIND yang mengizinkan seorang attacker untuk

memanfaatkan code-code yang dapat dieksekusi untuk masuk kedalam system. Beberapa system operasi telah menyediakan patch untuk stack agar tidak dapat dieksekusi, sebagaimana juga yang dilakukan compiler (menyediakan patch) yang melindungi stack dari overflow. Mekanisme perlindungan ini stidaknya membuat cracker akan sulit menggunakan exploit. Telah jelas bahwa mengupdate system secara berkala dan menggunakan patch adalah salah satu yang harus dilakukan untuk membangun security yang efektif, jika vendor dari DNS anda tidak menyediakan patch secara berkala, anda lebih baik mengganti software DNS anda yang menyediakan patch secara berkala, tentunya untuk menjaga kemanan system.Pada system Unix , BIND harus dijalankan sebagai root untuk mengatur port yang lebih rendah (kodekode mesin). Jika software DNS dapat dibodohi untuk menjalankan code-code berbahaya, atau membuka file-file milik root, user local mungkin saja bisa menaikan kekuasaannya sendiri didalam mesin. Organisasi atau perusahaan yang mengubah authoritative server juga harus waspada bahwa mengganti server mereka dalam waktu yang bersamaan akan mengakibatkan domain mereka di hijack melalui cache poisoning. Mengubah server seharusnya dilakukan sebagai proses transisi. Untuk mencegah domain hijacking sebaiknya network admin terlebih dahulu menambahkn server barunya kedalam network infrastuktur sebelum mengganti server yang lama.

8. Password Attacks.

Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang keamanan. Kadang seorang user tidak perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP. Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang penyusup mungkin saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka sesuatu yang dilindungi oleh password. Ketika seorang penyusup berhasil mendapatkan password yang dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai hal ini dengan cara teknikal. Kebanyakan serangan yang dilakukan terhadap password adalah menebak (guessing), brute force, cracking dan sniffing. Penebakan(guessing) password bisa dilakukan dengan cara memasukan password satu persatu secara

manual ataupun dengan bantuin script yang telah diprogram. Kebanyakan user menggunakan hal-hal yang umum untuk password mereka diantaranya tanggal lahir, dan biasanya user tidak menghawatirkan tentang aturan yang berlaku pada perusahaan untuk menggunakan kombinasi alphanumeric dan minimal 7 karakter. Jika saja user memakai tanggal lahirnya sebagai password maka hal penyerangan akan sangat mudah dilakukan, karena cracker tidak membutuhkan waktu yang lama hanya untuk menjebol 6 digit angka tanggal lahir. Beberapa user atau bahkan administrator dapat membuat pekerjaan cracker menjadi mudah andai saja mereka lupa untuk merubah password default dari sebuah software. Sebenarnya, password guessing merupakan sesuatu yang sangat tidak efektif, dan dapat menghabiskan waktu. Network admin bisa dengan mudah mendeteksi serangan jika seorang attacker mencoba login dengan menebak password berkali-kali. Brute-force merupakan serangan yang menggunakan logika yang sama dengan password guessing tetapi serangan brute-force lebih cepat dan lebih powerfull. Dalam tipe serangan ini seorang penyusup menggunakan script (biasanya program cracking gratis) yang akan mencoba password-password umum(biasanya terdapat dalam dictionary). Tujuan dari serangan jenis ini adalah untuk mempercepat penemuan password sebelum network admin menyadari adanya serangan. Walaupun serangan Brute-force lebih efisien daripada password guessing, kedua teknik tersebut pada dasarnya sama. Attacker umumnya lebih sulit untuk berhasil dengan kedua metoda tersebut. Lebih jauh lagi, kedua teknik tersebut sangat mudah di lawan dengan memanfaatkan features blacklisting, yang akan mengunci sebuah account user jika seseorang(penyusup) berkali-kali memasukkan password secara tidak tepat. Contohnya, default blacklist dalam system unix adalah tiga kali (kesempatan memasukkan password). Kelemahan dari perlindungan blacklist adalah bahwa feature blacklist ini dapat digunakan untuk menyerang system oleh penyusup. Sebagai contoh, jika seorang penyusup dapat mengidentifikasi siapa login name untuk network admin, sang penyusup bisa saja menngunakan login name itu dan memasukkan password yang salah berulangkali dan akhirnya mengunci account admin. Ketika sang admin sedang berusaha untuk mendapatkan aksesnya kembali, seorang penyusup masih bisa untuk berhubungan dengan system. Password cracking adalah metoda untuk melawan perlindungan password yang dienkripsi yang berada di dalam system. Dengan anggapan bahwa penyusup telah masuk kedalam system, ia bisa saja mengubah kekuasaannya didalam system dengan cara meng crack password file menggunakan metode brute-force dictionary attack (mencocokan kata-kata yang berada dalam kamus dengan kata-kata yang dienkripsi dalam file password). Keberhasilan menggunakan cara ini bergantung pada kecepatan prosesor dan program yang dimiliki oleh attacker. Cara yang terbaik untuk menghindari serangan jenis ini adalah dengan memonitor kewenangan akses pada file. Dengan cara mengintip lalulintas pada port telnet(23) ataupun HTTPD (80), seorang attacker dapat mendapatkan password yang digunakan untuk internet dan koneksi secara remote melalui proses yang dinamakan password snifing. Cara inilah yang paling mudah dilakukan karena kedua koneksi tersebut tidak menggunakan enkripsi, kecuali koneksi yang menggunakan SSL (secure socket layer) pada HTTPD (biasanya ada tanda gembok terkunci dibawah browser, yang menandakan transaksi aman) atau juga menggunakan SSH (Secure SHell) untuk koneksi ke mesin lain secara remote.

(Bersambung)

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Technorati
  • Book.mark.hu
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • DZone
  • ThisNext
  • blogmarks
  • Fark
  • YahooMyWeb
  • Netscape

Artikel Terkait

Anda bisa mempublikasikan ulang artikel ini, dengan syarat menyebutkan sumber, judul asli dan link ke artikel ini.

stumble it

Satu orang yang ngoceh. Komentarin Dunk...

  1. wibi
    Aug 29, 2008 at 01:41:34
    #1

    komen disini wae. soalnya yang di bagian 1 ga bisa komen sih… aku pernah juga tuh om..di flooding truss penyusupnya ngakses ke admin warnet.. ya jadi ya masih lumayan slamet,untung bukan kompi prbadi..he..

Post a Comment