kontes akhir tahun

MAY di awal JUNI

Ditulis Pada : June 5th, 2008 , 9:41 pm | Kategori Hiburan | Author: Nias zalukhu

Kejadian di Jakarta pada Bulan May (baca: Mei) 10 tahun yang lalu masih menyisakan trauma bagi sebagian orang. Kejadian yang dapat disebut tragedi itu meninggalkan begitu banyak bekas luka di hati sebagian orang. Namun sayangnya tragedi itu tidak mendapat perhatian yang serius dari pemerintah sehingga sampai saat ini tragedi itu seperti tenggelam di balik bayang-bayang suramnya masa lalu negara ini. Tapi tunggu dulu… di sini saya ga bermaksud membahas tragedi yang secara pribadi ingin saya kubur dalam-dalam itu, tapi di sini saya ingin berbagi soal film terbaru yang tadi sore saya nonton hehehe.

Tidak banyak sineas yang berani mengangkat tragedi Mei 2008 ke layar kaca maupun layar kaca. Jika beberapa tahun yang lalu Film Novel Tanpa Huruf R sekilas menggambarkan kekejaman dan kengerian tragedi Mei 2007 setelah itu nyaris ga ada film yang mengangkat tema ini. Namun setelah 10 tahun berlalu, kini sudah beredar film yang mengangkat tema tragedi yang sama dengan penyampaian yang sangat berbeda. Namun jangan berharap dapat menyaksikan adegan kebrutalan dalam film ini, karena film ini justru menyajikan sisi lain dari tragedi tersebut. Film ini mengangkat 2 kisah yang saling berkaitan yakni kisah cinta seorang gadis WNI korban tragedi Mei 2008 serta kisah pergumulan hati seorang pengusaha pribumi yang dulu memanfaatkan tragedi Mei untuk mencari kekayaan. Pengisahan tragedi tanpa menghakimi satu pihak pun harus mendapat ancungan jempol untuk film ini. Film ini sangat berkualitas menurut saya karena produsernya menyajikan sesuatu yang beda dan tidak ikut2an menghancurkan perfilman indonesia dengan merilis film2 ga berkualitas yang hanya menakut2in penonton saja. Rasanya ga rugi deh nonton film ini karena selain membuka mata hati kita tentang tragedi Mei, lewat film ini juga kita dapat menyaksikan akting berkualitas dari aktor/aktris senior Indonesia seperti Ria Irawan, Lukman Sardi, Tio Pakusadewo, Niniek L Karim, Yayang C Noer dan Tuti Kirana serta penampilan prima oleh 2 pemain muda : Jenny Chang dan Yama Carlos.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Technorati
  • Book.mark.hu
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • DZone
  • ThisNext
  • blogmarks
  • Fark
  • YahooMyWeb
  • Netscape

Artikel Terkait

Anda bisa mempublikasikan ulang artikel ini, dengan syarat menyebutkan sumber, judul asli dan link ke artikel ini.

stumble it

8 orang yang ngoceh. Komentarin Dunk...

  1. bocah
    Jun 5, 2008 at 22:42:12
    #1

    Waktu tragedi 1998 yah mas zalukhu ?? saya masih SD waktu itu sampe diliburkan karena isunya ada demo besar di Madiun :) acik-acik

  2. Abi Bakar
    Jun 5, 2008 at 23:46:26
    #2

    Waktu itu saya masih SMA dan juga diliburkan, oleh orang tua bukannya libur dari sekolah, karena ibu saya khawatir.

  3. chodirin
    Jun 6, 2008 at 07:12:31
    #3

    tragedi mei memang memilukan, penjarahan ada di mana2. tapi saya belum pernah mendapatkan data valid kalo ada perkosaan massal. wartawan sekelas BBC saja tidak berhasil mewawancarai seorangpun korban (karena tidak menemukan atau memang tidak ada). yg ada justru pengakuan2 fiktif yg tidak diketahui identitasnya. mohon kalo ada informasi yg bener saya pengin tau.

  4. zee
    Jun 6, 2008 at 10:22:15
    #4

    klo membayangkan kerusuhan mei 98, rasanya trauma & buat hati takut. walaupun sy ga di jkt wkt itu, tp krn di medan jg rusuh (awalnya bermula dr medan dulu br ke jkt), rasa takut itu kebawa sampe skrg. artinya kemiskinan & kecemburuan sosial bs buat mata manusia buta, menjarah, memperkosa, menganiaya… hmm.

  5. zalukhu
    Jun 6, 2008 at 20:56:19
    #5

    @bocah : hehe waktu itu masih imut ya hingga ngerasa asyik kalo diliburkan hehehe
    @Abi Bakar : emang lebih bagusnya meliburkan diri sih jika ada kejadian itu…
    @chodirin : Mungkin karena tragedi ini sangat menimbulkan trauma yang sangat mendalam hingga korban-korbannya enggan untuk membuka kisah kelam mereka mungkin mereka pikir buat apa jika toh akhirnya nanti ga ada penyelesaian. Kabarnya sih kebanyakan para korban telah eksodus ke luar negeri.
    @Zee : di Medan juga pernah kejadian lho.. coba dech tanya ke orang-orang tua yang ketika sekitar tahun 60an masih berstatus mahasiswa.. mudah2an ke depan ga terjadi lagi deh hal-hal yang beginian.. kita doakan…

  6. jimmy
    Jun 7, 2008 at 01:05:23
    #6

    saya inget betul lihat pom2 bensin yang dibakar dan ngeluarin asap tebal di tivi, rasanya takut bener waktu itu..

  7. zalukhu
    Jun 8, 2008 at 11:04:50
    #7

    @Jimmy : iya waktu itu serem banget ampe2 keluargaku yg di jkt ngungsi ke Bandung…

  8. dwihihihii
    Jul 24, 2008 at 11:02:49
    #8

    saat kerusuhan,akunaik sepeda ingin melihat keadaan kota,,,ku berhentidiperempatan jalan…tiba-tiba ada derap2sandal ternyata ibu2cina muda lari ketakutan menggendong anaknya berlari kearah barat, saat itu sore hari yang sunyi, gelap asap2 menjulang tinggi,langit kelam,banterbakar dimanamana….sesaat setlh itu ada dua orang laki-laki preman mengejar seseorang dari sudut jalan, mendekatiku….lari kemana ibu-ibu itu..dengan cekatan ku meniding kearah timur!!dlm hatiku juga takut digebukin 2 orng ini(krn Ngibul)..lalu yang seorang menoleh kepadaku..spontan aku menjawab “DEMI ALLAH”….lalu dua orang itu bergegas kearah timur…selang kira-kira 10langkah mereka berlari…orang yang tadi bertanyamenghentikan langkahnya dan menoleh lagi kepadaku…hatiku kalut..langsungkubalikkan haluan sepedaku dan kugayuh secepat-cepatnya sepedaku kearah selatan sambilku berteriak”sembunyi”….dengan harapan dua orang tadi mengejarku dan tidak berlari kearah barat….dan kutoleh kebelakang sambil menggayuh sepedaku..darijarh 20meter..ternyata mereka benar-benar mengejar….hihihi doaku terkabul supaya ibu cina tadi tambah tidak terjangkaul oleh 2 iblis itu..

Post a Comment