Hampir 3 tahun sudah pulau Nias menikmati jalan hotmix yang menghubungkan Nias (Gunungsitoli) dengan Teluk Dalam (Nisel). Dahulu untuk mencapai Teluk Dalam dari Gunungsitoli, ditempuh dalam waktu kurang lebih 6 jam, kini sudah dapat dipersingkat menjadi 2 jam. Suatu anugerah yang diterima oleh Masyarakat Nias pasca bencana gempa.
Namun … hampir 2 tahun juga pulau Nias dihantui oleh berbagai kecelakaan di jalan raya yang meningkat tajam. Dalam seminggu (kalau tak ingin dikatakan tiap hari) selalu saja ada kabar tentang kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Yang memprihatinkan justru sebagian besar yang meninggal adalah para pemuda yang notabene umurnya masih muda. Tak salah jika muncul pertanyaan dalam benak kita… keberadaan jalan raya yang mulus merupakan anugerahkah… atau bencana?
Tak dapat kita pungkiri bahwa keberadaan jalan raya hotmix (selanjutnya kami sebut JALAN MULUS) di pulau Nias sangat membantu lancarnya transportasi di pulau Nias. Bahkan juga mendukung berbagai sektor lainnya seperti pariwisata dan perekonomian. Namun jalan raya yang menelan biaya yang fantastis tersebut sudah mulai menunjukkan ketidak beresan. Belum 3 tahun sudah mulai ada lobang-lobang menganga yang membahayakan para pengendara, seperti halnya di kecamatan Gido, Bawolato bahkan di Lahusa. Sedangkan jalan mendekati Teluk Dalam masih dalam pengerjaan akibat longsornya tanah yang disebabkan adanya penambangan pasir oleh masyarakat sekitarnya.
Sering terjadinya kecelakaan yang merenggut nyawa pengguna jalan raya di pulau Nias di sebabkan antara lain:
Perencanaan dan Pembangunan jalan yang tidak sempurna.
Jalan mulus yang berbiaya fantastis di pulau Nias ini harusnya mempertimbangkan aspek keselamatan para pengguna jalan. Jangan hanya terpaku pada target waktu (dan biaya??). Bila kita melihat bagaimana jalan sepanjang Laowomaru dimana terdapat tebing tinggi di pinggir laut ditambah dengan banyaknya belokan. Ketika Jalan di daerah ini dibangun, sudahkah dipikirkan tentang pencegahan kecelakaan? Misalnya pemasangan lampu jalan yang memadai, pemasangan pembatas tebing yang kokoh, rambu-rambu lalu lintas yang cukup bahkan di belokan laowomaru seharusnya dipasang Traffic Mirror atau Cermin Lalu-lintas yang dapat mengurangi kemungkinan kecelakaan di belokan. Selanjutnya di daerah Gido dan Idanogawo, jalan raya yang mulus dan cenderung lurus di tengah-tengah pemukiman penduduk, pernahkah terbesit pemikiran akan resiko yang akan terjadi? Karena sampai saat ini, kami tidak melihat adanya sarana pencegahan kecelakaan misalnya jembatan penyeberangan, lampu lalu lintas, Pos Polisi Lalu Lintas dan pembatas ruas jalan. Di kecamatan Lahusa, jalanan yang dipenuhi gundukan tanah dan banyaknya lobang-lobang dan yang memberikan pertanyaan bagaimana bisa terjadi di jalan raya yang baru berumur sekitar 2 tahun dengan dana fantastis?. Memasuki daerah Telukdalam, pernahkah terbesit pertanyaan pada para pengembang pembangunan jalan akan situasi jalan yang labil sehingga terbukti terjadinya longsor yang konon salah satu penyebabnya adalah karena penggalian pasir liar. Walaupun saat ini sedang diperbaiki namun sepertinya sudah cukup menelan biaya besar yang seharusnya pada awalnya dapat dihindari. Suasana ini ditambah dengan sarana jembatan yang sampai saat ini masih banyak memprihatinkan.
Pengawasan Polisi Lalu Lintas Yang Kurang.
Pernahkah anda menempuh perjalanan dari Gunungsitoli ke Teluk Dalam ? Kalau pernah, dalam jarak kurang lebih 100km, berapa kali anda bertemu dengan polisi lalu lintas? Tidak mengherankan bila jawabannya Sekali, Dua kali atau TIDAK PERNAH. Padahal untuk jarak sejauh itu tidakkah lebih baik minimal 5 pos polantas yang mengawasi ? dengan perhitungan 1 pos polentas menangani 20km. Walaupun begitu, kembali lagi kepada para Polisi Lalu Lintasnya, apakah lebih memilih mengawasi lalu-lintas atau duduk-duduk dalam pos. Memang beberapa waktu terakhir di sekitar Fodo-Laowomaru memang sering diadakan razia, namun efektifkah jika razia tersebut hanya dalam waktu 2-3 jam lalu kembali ke pos/kantor ?. Sepertinya, ketika pembangunan jalan dilaksanakan, belum diadakan konfirmasi dengan instansi Lalu-lintas tentang kesiapan Polisi lalu lintas dalam menangani kelancaran lalu lintas, atau …?
Pengurusan SIM yang sangat LONGGAR.
Sudah bukan rahasia lagi, beberapa waktu yang lalu Surat Ijin Mengemudi (SIM) sangatlah mudah didapatkan. Bahkan anak SMP pun bisa memiliki SIM, begitu pula Pengemudi Becak Motor yang banyak tidak memahami aturan lalulintas begitu gampang mendapatkan SIM tanpa test terlebih dahulu. Namun saat ini ketika telah banyak terjadi kecelakaan lalu lintas, pengurusan SIM sudah mulai diperketat dengan adanya pengawasan dari beberapa badan terkait. Yah walaupun kesannya terlambat tapi secara pribadi saya sangat menghargai hal itu.
Kurangnya Kesadaran Masyarakat Berlalu-lintas.
Kurangnya kesadaran masyarakat akan tertib lalu lintas sangatlah mempengaruhi tingginya kecelakaan di Pulau Nias. Pengendara Sepeda Motor, Angkutan Umum, Truk/FUSO yang ugal-ugalan dan ngebut semau gue menjadikan Jalan Raya menjadi DAERAH PALING BERBAHAYA saat ini di pulau Nias. Walaupun kita yang berkendaraan mengendarai kendaraan dengan hati-hati namun jika pengendara yang lain tidak memperdulikan keselamatan orang lain, maka justru yang menjadi korban dalam kecelakaan adalah kita yang berkendaraan dengan hati-hati. Sifat ugal-ugalan dan ngebut yang sering dilakukan di sepanjang jalan mulus Gunungsitoli-Teluk Dalam justru dibawa dalam berkendaraan di wilayah kota Gunungsitoli, sehingga Kota Gunungsitoli juga menjadi daerah berbahaya berkendaraan. Bisa dibayangkan di saat kita berkendaraan dengan hati-hati tiba-tiba kita disalib oleh sepeda motor berkecepatan tinggi, bahkan angkutan umum yang seenaknya menyalib jalan raya kota Gunungsitoli yang lumayan sempit.
Titik-titik Rawan Kecelakaan:
Berikut kami mencoba menampilkan titik-titik jalan raya dengan tingkat kecelakaan yang tinggi:
Depan Kantor Bupati Nias, jalan lurus dengan banyaknya simpang menjadikan jalan raya ini berbahaya karena banyaknya kendaraan yang ngebut, karena itu hendaknya berhati-hati ketika memasuki belokan.
Jalan Raya Menuju Pelabuhan Angin.
Jalan raya yang sempit ditambah banyaknya truk barang yang sembarangan parkir dan menyita ruas jalan menjadikan sepanjang jalan ini mengharuskan kita berhati-hati.
Sepanjang Jalan Karet Gunungsitoli, jalan utama bagi anak-anak sekolah ini menjadi berbahaya ketika jalanan dipenuhi dengan anak-anak sekolah disertai dengan pengendara motor yang suka ngebut. Di malam hari waspada depan SD 2 karena terdapat container sampah yang sewaktu-waktu dapat anda tabrak jika tidak memperhatikannya dalam kegelapan.
Sekitar Gereja Deninger, boleh dikatakan ruas jalan dari Pom Bensin simpang SMAN 1 Gunungsitoli hingga simpang perumahan KBN merupakan daerah yang sangat rawan kecelakaan. Jalanan yang sempit disertai dengan ramainya pejalan kaki mengharuskan pengendara kendaraan bemotor mengurangi kecepatan. Jadi bisa dibayangkan ketika sepeda motor dan mobil melaju kencang di jalan berbelok, sempit dan diantara rumah penduduk ini.
Ruas jalan daerah Miga – Fodo.
Jalan raya yang sempit dengan arus kendaraan yang tinggi ditambah dengan banyaknya belokan mengharuskan kita berhati-hati terutama di belokan sekitar Miga Beach Hotel, belokan dekat Pom Bensin dan simpang tiga jembatan Fodo.
Belokan Laowomaru.
Di belokan Laowomaru yang diapit oleh tebing dan laut menjadikan kita yang berkendaraan tidak dapat mengetahui apakah dari arah berlawanan ada kendaraan yang akan belok, jadi sebisa mungkin kurangi kecepatan dan bunyikan klakson ketika memasuki belokan. Di dearah ini sudah banyak terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa yang tidak sedikit.
Sepanjang jalan raya Binaka-Gido.
Jalan raya yang bagus dan cenderung lurus menyebabkan para pengendara kendaraan yang ugal-ugalan membawa kendaraannya dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan keselamatan orang lain.
Bukit berbelok memasuki Idanogawo.
Jalan berbukit yang berbelok-belok ditambah dengan tebing dan kurangnya penerangan di malam hari menjadikan daerah ini sebagai daerah rawan lalu lintas yang juga sering menyebabkan kecelakaan.
Ruas jalan Kantor Polisi Lahusa.
Ruas jalan kantor polisi Lahusa dan sekolah-sekolah yang dipenuhi polisi tidur, gundukan tanah dan lobang seharusnya menjadikan ruas jalan ini sebagai jalan yang dilalui dengan kecepatan rendah.
Sekitar Puncak Genasi.
Jalanan sepi perbukitan yang berbelok-belok menjadikan ruas jalan ini berbahaya dan rawan kejahatan.
Daerah Hilisataro Teluk Dalam.
Jalan dengan tanah yang labil disertai dengan tebing yang mudah longsor mengharuskan anda untuk berkendaraan dengan hati-hati di tambah dengan jembatan yang penuh dengan lobang yang sampai sekarang belum diperbaiki.
Daerah-daerah di atas hanyalah sebagian dari daerah yang sering terjadi kecelakaan, namun kembali ke diri kita sendiri apakah kita akan berhati-hati dan mengutamakan keselamatan diri dan orang lain.
Namun, lewat tulisan ini kami tidak hanya memberikan kritik namun kami juga mencoba menyampaikan ide solusi untuk kepentingan kita bersama:
Adakan secepatnya perbaikan jalan yang rusak.
Diperketatnya pengurusan SIM.
Diadakannya razia pemeriksaan kendaraan misalnya kepada Becak Motor/Sepedamotor yang tidak menggunakan Lampu dan kaca spion.
Diperketatnya pengawasan jalan raya dengan ditempatkannya para petugas yang mengawasi lancarnya lalu lintas. Penempatan pos-pos polantas di daerah-daerah rawan dan pemukiman penduduk.
Sering diadakannya razia untuk para pengendara yang ugal-ugalan dan pemegang SIM yang seharusnya belum berhak. Dan perlu diberikan sanksi tegas kepada para pelanggar (bukan razia sidang di tempat lho).
Diperbanyak rambu-ramb lalu lintas, marka jalan dan lampu lalu lintas.
Diadakannya penyuluhan kepada para siswa, pengemudi becak motor dan para supir.
Sekali lagi ini bukan hanya tanggung jawab BRR sebagai pengembang Jalan Raya, bukan hanya tanggung jawab Polisi Lalu Lintas atau Pemerintah, namun merupakan tanggung jawab kita bersama. Bagaimana agar adanya jalan raya mulus ini bisa kita jadikan sebagai ANUGERAH bukan sebagai sumber BENCANA.













"NIAS" yang indah, 


Apr 3, 2008 at 17:29:56
This post is inspiring, fresh and ultra awesome! You have a very progressive looks. Reading this blog is a great pleasure.