Belum hilang berita kisah pembunuhan berantai sang Penjagal dari Jombang Very Idam Henyansyah atau Ryan yang seorang GAY, kini negara kita kembali dikejutkan dengan berita pembunuhan GAY yang lain yaitu pembunuhan Ari di Apartemen Rasuna oleh seorang Model Freelance bernama Burhan yang merupakan pasangan Gaynya pada tanggal 30 Juli 2008 yang lalu. Juga seorang Remaja 15 tahun (yang bekerja sambilan sebagai pengajar agama - maaf saya tidak mau menyebutkan status kerjaannya karena menyangkut agama tertentu) di Bandung yang menyodomi belasan bocah didiknya. Secara tidak langsung komunitas GAY pun tersudutkan dengan berbagai pemberitaan yang menyudutkan para kaum GAY. Ketika banyak yang mencemooh kaum GAY sebagai kaum pendosa kini bukan tak mungkin banyak yang mengidentikkan kaum GAY dengan kriminalitas. Tetapi di sini saya ingin memandang kasus ini dari sudut lain, yang mungkin enggan diakui oleh sebagian orang.
Dari kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Ryan yang telah menelan 11 orang korban yang telah ditemukan dimana 9 orang di antaranya adalah lelaki yang diakui Ryan terlebih dahulu dikencani sebelum dibunuh. Namun apakah statusnya sebagai GAY yang menjadikannya sebagai PEMBUNUH BERANTAI?
Dari kacamata hukum Pembunuhan ini bisa dipandang sebagai pembunuhan yang mengincar harta benda para korbannya. Tetapi saya justru melihat ada satu kenyataan yang lebih miris lagi yang mungkin saja lebih menguasai Ryan pada saat membunuh para korbannya. Statusnya sebagai lelaki dan juga sebagai seorang guru agama bisa saja menimbulkan sebuah konflik dalam dirinya. Di lingkungan yang sangat “menganggap kaum Gay adalah pendosa” membuat bathinnya berontak dan bahkan ingin mengingkari dirinya sendiri. Bisa saja setelah berhubungan seks dengan para korbannya, Ryan mengalami sebuah pertentangan bathin yang membuat dia melenyapkan mereka yang telah membuat dia melakukan “dosa”.
Pandangan masyarakat kita yang banyak merasa diri PALING SUCI dan menganggap kaum GAY adalah pendosa justru menanam bom waktu dalam setiap diri kaum GAY yang sewaktu-waktu bisa meledak. Adanya penolakan masyarakat menjadikan Kaum Gay yang belum mengungkapkan jati dirinya, ketakutan akan ketahuan sehingga sebisa mungkin menutupi apapun yang bisa memungkinkan identitasnya terbuka dengan cara apapun.
Jika masyarakat menghakimi kaum GAY sebagai pendosa, saya justru kembali bertanya siapakah di dunia ini yang tidak pernah melakukan dosa? Okelah, dalam agama Gay merupakan salah satu yang dilarang. Tetapi kita tidak boleh menutup mata bahwa di sekitar kita ada Gay yang justru mungkin lebih sukses dari kita dan lebih taat beragama dibandingkan kita.
Jadi apakah seorang gay lebih nista dari pejabat yang kerjanya memakan uang rakyat ? Apakah mencintai sesama jenis lebih bejat dibanding pemuka agama sok suci yang diam-diam kawin siri dimana-mana tanpa sepengetahuan istrinya? Apakah menjadi seorang gay lebih berdosa daripada orang yang menyiksa dan membunuh orang lain hanya karena berbeda pendapat dan keyakinan ? Dan apakah seorang Gay lebih hina daripada seorang psikiater yang membocorkan curahan hati pasiennya demi keuntungan pribadi ?
Jika masyarakat kita lebih banyak mengiyakan maka bukan tak mungkin di masa-masa depan akan banyak lagi Ryan - Ryan baru yang bermunculan.
Tulisan ini sama sekali tidak memihak atau menghakimi komunitas tertentu. Hanya ingin memandang sebuah kasus dari SISI LAIN.
















"NIAS" yang indah, 

Aug 7, 2008 at 15:00:56
yah yah…
ga semua gay itu jahat kok^^
cuma kebetulan aj neh ci ryan nya heboh lebay banget mutilasi nya 11 org makna jdi fenomenal de^^
nanti stelah 1/2 bulan juga maslah ini dilupakan
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 3:21 pm
Iya mas, postingan ini sebenarnya saya tulis untuk memberikan sedikit pencerahan bagi yang baca agar bisa untuk tidak menghakimi orang lain hehehe… Makasih lho dah mampir…
Aug 7, 2008 at 15:03:30
waduhhhh…
kok namanya ari sih…….
jadi seremm saya…
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 5:49 pm
Untung bukan arikaka yach hihihi amit-amit deh…
Aug 7, 2008 at 15:03:54
wahhh si omm ternyata….
salah link tuhh om
serius dikit nih…
kalau saya sendiri itu tergantung dari individu-individu orang tersebut kalau orang itu gay, lesbi, atau apalah kalau gak ngerugiin orang lain sih gak apapa karana mereka punya komunitas sendiri……
tapi yang masalah adalah orang-orang yang sok suci itu loooohhhh
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 3:19 pm
Heheehhe iya Bos sudah dibenerin….
Eh tumben bisa koment serius hahahah
Aug 7, 2008 at 15:18:05
Entah kenapa tulisan anda selalu dapat saya terima tanpa ada argumen dalam diri…
Kali inipun saya setuju…
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 5:59 pm
Saya nulis juga ga bermaksud memperdebatkan argumen hehehe hanya sekedar memandang dari sisi lain. Eh makasih lho mas Bowbee sudah rajin mampir ke blog ini. Keep friendship yah…
Aug 7, 2008 at 15:38:41
hal baik atopun buruk bisa dilakukan siapa ajaah tanpa liat statusnya, jenis kelamin, orientasi sex ato yang laennya….
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 6:01 pm
Wah sayangku ini memang bijaksana heheh
Aug 7, 2008 at 15:40:04
hiks kok comment saya ga muncul:((
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 6:05 pm
Dah dimunculin kok say.. cup cup
Aug 7, 2008 at 16:03:04
buset2
untungnya saya bukan gay apalagi pembunuh, paling2 mbunuh kecoa apa nyamuk heheh…
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 6:07 pm
walah kalo saya mungkin agak lebih parah dari mas Preme soalnya selain kedua makhluk itu saya paling doyan bunuh cucunguk hihih eh cucunguk itu bahasa indonesianya apa ya…?
Aug 7, 2008 at 16:59:50
Kalo saya percaya pada apa yang telah ada pada pengalaman hidup yang mengajarkan pada kita tentang apa baik dan buruk karena kalo kebenaran dinilai dari pandangan manusia tidak akan ada idealnya…
So kontroversi tentang sapa yang salah tidak akan pernah berakhir dan kita tidak bisa bandingkan perbuatan satu dengan yang lain atau karena status ini mempengaruhi yang lain…
Kalo ingin ideal kita tunggu harinya nanti tangan dan kaki yang bicara, bukan dari mulut kita…
WALAH NGOMONG APA AKU IKI…
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 6:12 pm
Iyah sih tapi kalau kita mesti nunggu hari itu tiba juga tanpa saling mengingatkan .. wah bahaya mas heheheh bisa2 lingkungan kita jadi ga sehat akibat saling merasa diri paling benar. Saya pribadi sih ga merasa diri paling benar, tapi saya ga mau menghakimi siapapun kecuali jika seseorang itu memang pingin dihakimi hihihihi aduh ko ikut2an ngelantur yach…
Aug 7, 2008 at 17:21:30
makin mantap aja, abang satu ini.. Wah trik SEO baru y bang, koq ndak dri kmrin paz lage heboh2Na
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 6:15 pm
Wah bukan mas.. ini bukan nembak keyword heheh cuma sekedar berbagi ajah…
Aug 7, 2008 at 17:29:29
wedew.. Ryan-Jombang.. kekekekkk..
susah mo komentar secara obyektif coz gw normal, jd ga tau apa yg dirasa org2 yg punya kelaenan kaya gituh
*eh, elo terinspirasi obrolan kita di chatt kemaren? buseeeettt itu mah canda an gw ke dia kaleee! wah elo tuh yaaa kl sampe dia nya tau.. hahahaaa gawat deh!*
btw.. ntu di alenia trahir maksudnyah sapa yak.. emang nya org itu psikiater..? walah, gw kirain pelawak *baca : TUKUL*
kabuuurrrr *gada yg paham maksudnyah kaaaannn.. hehe?*
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 6:19 pm
walah chat apaan Mpok? Soal gossip itu? ya gak lah jauh banget nyambungnya wkwkwk
Aug 7, 2008 at 17:36:14
dengan tidak juga merasa tertarik buat melihat berita yang dimana mana ryan lagi ryan lagi memang rasanya ga adil dan ga masuk akal kalau malah yang dikatakan alasan membunuh cuma karena orientasi seksualnya..
there’s nothing to do with it
emang kebeneran aja gay.. dan sakit jiwa… well.. membunuh lah…
hmmm cuma gatel ajah pengen komen tapi jadi bingung ngomongnya gimana ntar disangka berpendapat yang aneh aneh lagih… intinya sih saya cuma sama sekali bukan homophobic dan menganut paham eksistensialisme
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 6:58 pm
Bener mbak…
Kita ga bakal nyangka macam-macam ke Mbak Natasya kok Suer …
Aug 7, 2008 at 17:59:56
wah2 boleh juga nich analisanya.. lulusan hukum ya om..
hehe..
tapi pada dasarnya semua prilaku itu diperkuat oleh pengaruh lingkungan..
Nias zalukhu Reply:
August 7th, 2008 at 6:21 pm
wah sayangnya saya lulusan Informatika hehehe….
Tapi mungkin pengalaman menjadi seorang aktifis konseling AIDS dan Sosial Life membuat saya lebih kritis kali ya.. hehe
Aug 7, 2008 at 19:27:03
kalau bagi saya memang dari dulu sangat takut dengan orang seperti modelnya RYAN dan ARI ini soalnya mereka mempunyai dua ke pribadian jadi sangat sulit di kaji..kadang manja kadang sadis….
Aug 7, 2008 at 21:18:09
ngeri ih…pokoknya ngeriii… kalu aku punya teman kek gitu gimana iah….
Aug 7, 2008 at 21:31:47
jangan-jangan, bang zalukhu….
Aug 7, 2008 at 21:56:53
Saya nggak begitu sependapat dengan analisa yang dipaparkan mengenai konflik batin sang pembunuh, karena kita tidak tahu secara persis bagaimana konflik kejiwaan sang pembunuh hanya sang pelaku sendirilah yang mengerti dan tahu persis situasi kejiwaan pada saat itu apalagi korbannya bukan hanya kaum gay saja. Ini membuktikan bahwa pelaku mempunyai konflik kejiwaan yang kompleks bukan hanya dari sudut pandang yang sempit yang saudara paparkan diatas.Pendapat saya ini bukan untuk menggurui atau merasa benar sendiri tetapi sekedar kita melihat juga dari sudut pandang yang berbeda, karena manusia itu unik dan sangat kompleks yang tidak bisa dilihat dari sisi-sisi tertentu saja. Trims
Aug 7, 2008 at 22:05:06
Mas Zalukhu, cecunguk itu bahasa Indonesianya adalah bangsat kali ya. atau preman gitu
Aug 7, 2008 at 22:31:42
Makanya hati2 kalau ada sesama jenis yang deket2 tapi auranya berbeda….teman
Aug 7, 2008 at 22:34:47
Pembela dari sudut pandang blogger nih…? Weeeeh…hati-hati lho ntar blog ini bisa dikerubuti “mereka’ lho…hiiii….bagiiii donk…(lho..koq..?…)he…he…he…
Aug 8, 2008 at 03:14:51
Wah dari sudit pandang yang menampakkan sebuah jiea besar mas. salut deh btw aku bukan gay, aku menyebut demikian karena aku masih punya hasrat dengan wanita dan alhamdulillah sudah dikarauniai 2 anak mas.
Di radio dan aku sebagai pekerja emang tak bisa terelakkan dengan komunitas seperti itu. Komunitas pendengar yang cukup multi engan segala jenis yang kita menyebutnya gender + - ataupun +/- acdc
Kebetulan aku punya contributor seorang gay yang siap berbagi pengalaman untuk kita gicuuuu
Aug 8, 2008 at 07:19:52
wah si om serius amat bahasnya. hmm jd ngeri deh om cmiaw
Aug 8, 2008 at 11:06:41
para gay saat ini semakin merajalengka aja…
Aug 8, 2008 at 14:02:32
Wes no komen lah…
Yg penting kita diciptakan berpasang2an,laki2 dan permpuan jadi mana yg anda pilih terserah
Aug 8, 2008 at 17:23:07
Masalahnya kita kadang suka bawel sama perintah Tuhan sih. Sori, ini memang mesti dibawa-bawa karena sebenarnya hal kaya gini ini sangat mendasar sekali. Menjadi gay atau tidak hakikatnya adalah ujian bagi kita untuk menjadi yang terbaik sesuai apa yg diinginkan Pencipta. So, kalo kata Keane sih “everybody’s changing”, jadi tidak selamanya yang sekarang dianggap salah akan terus salah. Btw, koq saya bingung ya??? Udah ajalah.
Aug 10, 2008 at 09:06:44
Wis lah gak usah dibahas lagi. Begitulah Hidup. biar jalan apa adanya. Tak ada yang salah dan tak ada yang benar. Itu semua hak sang khaliq